Updates

Rabu, 24 April 2019

VCT (Virtual Coordinator Training) SEAMEO merupakan Bumbu dalam Pembelajaran.

Fokus yo Fokus!!!



Dalam menghadapi era revolusi 4.0 dan university 5.0 pemerintah mencetuskan GEN-RI 4.0 yang salah satunya adalah dengan menerapkan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA). Kendala tentu saja akan dihadapi ketika menerapkan sistem pembelajaran daring tersebut. 
Daring vs Tatap Muka
Pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan sejak taman kanak-kanak. Guru atau dosen datang, melaksanakan rutinitas seperti biasa, memperkenalkan diri, mengecek absensi, mengeluarkan lelucon tertentu yang membuat siswa tertarik, dan sebagainya. Peserta didik pun melakukan hal yang sama, berusaha memahami tujuan pembelajaran, mempersiapkan materi, berusaha datang tepat waktu, dan dapat mengikuti pelajaran yang diajarkan. Bagaimana dengan pembelajaran daring? Seminar Online dapatkah dilakukan?
Pembelajaran daring menimbulkan masalah bukan hanya siswa tetapi pengajar (guru/dosen) pun mengalami hal yang sama. Fokus utama tentu saja kepada peserta didik yang menjadi sasaran pembelajaran. Ibarat mengajari berenang, siswa dipaksa terjun ke kolam tanpa terlebih dahulu diberi teknik/teori dasarnya. Hal ini terkadang membuat siswa frustasi. Banyak siswa mengalami ketidakjelasan terhadap materi yang diajarkan. Materi datang dan pergi begitu saja tanpa ada bekas di benak peserta didik.
Tiga Strategi Pembelajaran Daring
Strategi di sini hanya berupa hal-hal yang perlu disadari oleh pengajar online (guru/dosen) ketika memulai pembelajaran daringnya. Hal-hal tersebut adalah aspek-aspek yang membedakan pembelajaran daring dengan tatap muka, baik dari sisi kelemahan maupun kelebihannya.
  • Pembelajaran daring bukan hanya berkutat dengan internet, melainkan aspek penting yaitu “lebih aman (safer)”. Kita mengenal Learning Management Systems (LMS) sebagai komponen penting e-learning. Akhir-akhir ini aksi “bulying” kerap terjadi ketika proses pembelajaran. Dengan LMS, peserta didik dengan nyaman berinteraksi dengan pendidik-nya tanpa khawatir dicemooh oleh peserta lainnya. Di sinilah letak “safe” tersebut. Intinya, peserta didik bebas mengekspresikan ide-idenya.
  • Pembelajaran daring memperluas komunitas pembelajaran. Memperluas di sini karena antara satu siswa dengan siswa lainnya memiliki akses komunikasi yang lebih baik dibanding diskusi tatap muka yang terbatas oleh ruang dan waktu. Bahkan diskusi tatap muka yang sudah baik pun masih memiliki kendala dimana ada kecenderungan siswa kurang peduli terhadap apa yang dikatakan oleh rekannya. Mungkin karena akibat dia sendiri sedang berjuang memahami konsep-konsep di benaknya. 
  • Menemukan ritme. Hal terakhir ini salah satu kendala utama pembelajaran daring. Ketika kita terbiasa dengan jadwal yang pasti, urutan proses pembelajaran yang runtun, pada pembelajaran online peserta didik harus mengatur sendiri jadwal yang optimal kapan dia belajar dan harus keluar dari zona nyamannya yang biasa mereka lakukan dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi (tatap muka yang teratur). Jika tidak diantisipasi, dapat dipastikan siswa akan lalai dalam mengatur waktunya. Tetapi jika siswa mampu mengetahui kapan waktu-waktu optimalnya akibat kebebasan dalam belajar daring, banyak keutamaan-keutamaan yang diperoleh dari pembelajaran online. Bagaimana Ok kan??? belajar dan waktunya disesuaikan dengan kesepakatan bersama.

Pengaruhnya VCT dengan PPG Dalam Jabatan

Amanat UU No. 14 Tahun 2005 pasal 23 ayat (1) tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa Pemerintah mengembangkan sistem pendidikan guru ikatan dinas berasrama di lembaga pendidikan tenaga kependidikan dan ayat (14) menyatakan lembaga pendidikan tenaga kependidikan adalah perguruan tinggi yang diberi tugas oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan program pengadaan guru pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan/atau pendidikan menengah, serta untuk menyelenggarakan dan mengembangkan ilmu kependidikan dan nonkependidikan. Serta mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang guru pasal (4) menyatakan Sertifikat pendidik bagi guru diperoleh melalui pprogram pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi, baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun masyarakat.
Pada tahun 2017 Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mempersiapkan Program PPG bagi Guru Dalam Jabatan atau disebut PPG Dalam Jabatan. Program ini diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Program PPG Dalam Jabatan diharapkan dapat menjawab permasalahan kompetensi guru yang unggul dan berkarakter.
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) pada tahun 2018 ini telah merancang sejumlah progam terkait dengan pengembangan sistem pembelajaran PPG Dalam Jabatan yang dikenal sebagai Sistem Hybrid Learning. Penerapan Sistem Hybrid Learning tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan ( Guru Dalam Jabatan ) yang unggul dan berkarakter dan mempunyai nilai-nilai kebangsaan serta relevan dengan perkembangan era industri 4.0 sehingga dapat menghasilkan kualitas peserta didik yang baik.
Melalui kegiatan VCT dapat kita jadikan sebagai bumbu supaya pembelajaran lebih menarik dan sesuai tuntutan zaman yaitu pembelajaran digital. Cocok untuk bapak ibu guru yang sedang proses menunggu PPG Dalam Jabatan, latihan diperlukan sebelum PPG dimulai, karena didalamnya selama 3 bulan daring. Siap tidak siap, harus siap. Jangan takut terhadap tantangan. 

So, ayo join di VCT Jateng & DIY Batch 4, Manfaatnya banyak lhooo....
GRATIS, dapat Sertifikat, Teman, Ilmu, dan bisa kopi darat kereenn guys....
Dibimbing para instruktur hebat, kompeten, ahli, dan luar biasa. Don't miss it!!!



                                     Indahnya kebersamaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar