Yth. Bapak ibu pendidik,
Mumpung lagi hangat-hangatnya nih guys, disana sini membicarakan dan menerapkan Daring, Digital, On-air dalam pembelajaran. Yuk kita pahami betul makanan apa itu???😊😊😊
Digital
Learning System (DLS) merupakan suatu terobosan baru dalam teknologi
pembelajaran yang diterapkan bagi para pelajar untuk belajar secara digital
melalui pemanfaatan teknologi baik software (perangkat lunak) maupun hardware
(perangkat keras), online maupun offline yang dikemas secara menarik dan
interaktif (Sugema). Semua materi pelajaran yang berdasarkan Standar Kompetensi
Kelulusan (SKL) dapat diintegrasikan dalam suatu software, baik yang berbentuk
teks, gambar maupun animasi/video. Materi ini bukan hanya sekedar kumpulan
informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik.
Penerapan
digital learning ini menjadikan pelajar lebih mandiri belajar dan mendalami
materi bahan ajar, karena pelajar dapat belajar kapan saja dan di mana saja,
baik secara online maupun offline. Evaluasi pembelajaran dilakukan oleh guru secara otomatis melalui proses digital, sehingga tidak perlu pengoreksian secara manual melalui kertas. Horeeeee.....I like!!!
Hasil evaluasi yang diperoleh pun akan lebih
cepat, akurat dan objektif. Digital learning juga dapat menyatukan semua
kegiatan belajar mengajar yang biasa dilakukan secara konvensional ke dalam
bentuk digital. Jangan khawatir.....Di dalam DLS ini, dapat mencantumkan beberapa bahan ajar
sebagai referensi yang dapat mempermudah pelajar dalam memahami pelajaran
seperti: e-book teori, video tutorial, soal latihan, simulasi percobaan,
konsultasi, bahkan fitur pencerahan atau motivasi pagi pelajar. Komplit pakai telor...😂😂😂
Walaupun semua
materi sudah terintegrasi dalam sistem pembelajaran digital tersebut, tidak
berarti bahwa guru/dosen bisa duduk manis dalam ruangan lalu menyodorkan soal-soal
ujian kepada pelajar. Akan tetapi peran seorang guru harus tetap dikembalikan
pada fungsi yang sesungguhnya, yaitu sebagai pendidik. Selain mengajarkan
materi pelajaran untuk mencapai target-target kurikulum, peran seorang guru/dosen juga lebih ditekankan kepada pemahaman makna, pendalaman materi, serta
pembelajaran di dalam kehidupan nyata. Digital learning selain digunakan untuk
pembelajaran di sekolah/kampus formal, juga sangat bagus jika digunkan untuk pembelajaran sekolah non formal,
seperti les dan bimbel (bimbingan belajar) dengan ciri khasnya yaitu pemecahan
soal-soal secara cepat dan tepat.
Dengan
menggunakan digital learning system ini pelajar hanya perlu berbekal notebook / laptop / handphone sebagai media belajar setiap harinya. Pelajar cukup hanya dengan menyediakan
kertas kosong untuk sekadar coretan rumus saat mengerjakan ujian. Selain itu,
konsep paperless ini akan meminimalisir penggunaan bahan kertas dalam proses
kegiatan belajar mengajar, baik penggunaan buku pegangan, buku tulis, hingga
lembaran-lembaran tugas dan evaluasi pelajar. Wow like it!!!
Dengan
memanfaatkan media teknologi informasi berupa yang digital learning ini,
diharapkan upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelajar terhadap materi
di sekolah / kampus dapat terus berkembang secara berkelanjutan menuju kemandirian
pendidikan lokal. Tentunya diperlukan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan
semangat belajar yang telah didukung oleh fasilitas yang memadai. Guru
harus tetap dapat memelihara keadilan di kelas, mengembangkan potensi pelajar,
memberikan kepada siswa pendidikan yang baik, serta dukungan terhadap keluarga,
menghargai keragaman, dan penggunaan teknologi.
Jangan takut untuk mencoba hal baru. Tetap semangat belajar, terus berkarya, dan sampaikanlah ilmu untuk orang banyak meskipun hanya 1 (satu) ayat.
Enjoy my profession
Doctor cantik@caca



Keren buu...
BalasHapus😘😘😘 hihiiii...proses belajar
HapusMarkotop
BalasHapusMantul tdk bpk ibu?
Hapus